Menurut Sekretaris Kementerian Negara BUMN M Sadi Didu, selama prosedurnya tidak panjang dan berbelit-belit juga murni korporasi maka pasti banyak direksi BUMN yang tertarik.
"Saya belum tahu detailnya. Apakah direct b to b atau malah prosedurnya panjang. Tapi bisa kita (BUMN) pakai. Katanya kan ini direct jadi bisa kita manfaatkan," katanya di kantornya, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta, Selasa (5/5/2009).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Faktor resiko BUMN biasanya dikaitkan dengan negara. Kalau (rating) swasta biasanya lebih rendah," katanya.
Sebelumnya, ASEAN+3 sepakat untuk pembentukan CGIM trust fund yang dikelola oleh ADB dengan modal awal US$ 500 juta yang disetor oleh para anggota ASEAN+3.
Tujuan komitmen ini adalah agar negara-negara yang tergabung dalam ASEAN+3 dapat menginvestasikan surplus dananya kepada obligasi di negara-negara ASEAN+3. Korporasi yang hendak menerbitkan obligasi melalui mekanisme tersebut akan mendapat rating AAA.
(ang/lih)











































