Bahkan ia merasa aneh kepada beberapa BUMN seperti PGN dan Pertamina yang masih menerapkan pola-pola semacam itu. Padahal hasil sidang kabinet pada 2 minggu lalu memutuskan agar transaksi dolar antar BUMN bisa dihindari atau ditekan.
"Saya juga nggak mengerti di isi kepala PGN dan Pertamina itu," jelasnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Padahal kita pemerintah bersikap untuk menghemat penggunaan devisa. Ehh..BUMN-nya yang nyempal. Itu mesti ditertibkan itu," ketusnya.
Dikatakan Fahmi, bahwa masalah ini merupakan kehendak Presiden yang meminta agar dilakukan penghematan penggunaan devisa sehingga tidak perlu peraturan khusus. Hal ini kata Fahmi dalam rangka antisipasi krisis yaitu menurunnya devisa negara.
"Kalau saya sih sudah saya ganti direksinya itu," ucapnya.
(hen/lih)











































