Demikian dikemukakan oleh Direktur Utama Perum Badan Urusan Logistik (Bulog) Mustafa Abubakar di sela BUMN Executive Breakfast Meeting di Kantor Pusat Bulog, Jalan Gatot Subroto, Jakarta, Rabu (6/5/2009).
"Kita jajaki kerjasama dengan Vietnam untuk kebutuhan beras dalam negeri sebanyak satu juta ton, sebaliknya, kalau kita kelebihan beras bisa mengekspor ke Filipina," ujarnya.
Menurutnya, kerjasama dengan kedua negara tersebut sebatas pada produksi beras berkualitas medium yang produksinya banyak tergantung pada kondisi alam dan cuaca.
Ia mengatakan, kerjasama impor beras dengan Vietnam dilakukan hanya untuk berjaga-jaga, bukan rutin melakukan impor beras.
"Hanya untuk memberikan kepastian keamanan beras nasional apabila terjadi sesuatu dalam produksi nasional," ujarnya.
Perjanjian dengan Vietnam tersebut akan berakhir di penghujung tahun 2009. Menurutnya, akan diperpanjang kembali hingga tahun 2012.
Ia menambahkan, selain Filipina, pemerintah juga menjajaki perjanjian ekspor kelebihan produksi beras ke beberapa negara tetangga seperti Timor Leste,Malaysia, dan Brunei Darussalam.
(ang/ir)










































