Penandatanganan perjanjian kerjasama tersebut dilakukan antara Direktur Utama PLN Fahmi Mochtar dan Gubernur Riau Rusli Zainal, disaksikan Menneg BUMN Sofyan Djalil di Kantor Kementerian Negara BUMN, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta, Rabu (6/5/2009).
Rusli mengatakan, pembangunan pembangkit itu akan dibiayai konsorsium Bank Pembangunan Daerah (BPD) yang dipimpin Bank Pembangunan Daerah Riau.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kita harapkan sudah bisa beroperasi sebelum PON di tahun 2012 nanti," ungkapnya.
Menurutnya,Β pembangunan pembangkit listrik di wilayah Riau sangat mendesak akibat tingginya kebutuhan listrik yang terus meningkat seiring dengan pertumbuhan ekonomi Riau pada tahun 2009 mencapai 8,9 persen.
"Sekarang ini tingkat ketersediaan listrik di propinsi Riau baru mencapai 42 persen, jauh lebih kecil dari tingkat ketersediaan listrik nasional yang sudah mencapai 65 persen," imbuhnya.
Pada kesempatan yang sama, Direktur Utama BPD Riau Erzon mengatakan, pihaknya akan mengucurkan duit sebesar Rp1 triliun. Sementara sisanya diupayakan dari konsorsium.
"Bunga pinjaman dikenakan non komersial atau bunga JIBOR rata-rata per bulan antara + 1 sampai 2 persen," jelasnya.
(ang/lih)











































