Pertumbuhan Ekonomi 2009 Makin Berisiko Turun

Pertumbuhan Ekonomi 2009 Makin Berisiko Turun

- detikFinance
Kamis, 07 Mei 2009 11:02 WIB
Pertumbuhan Ekonomi 2009 Makin Berisiko Turun
Jakarta - Menteri Keuangan sekaligus Menko Perekonomian Sri Mulyani mengakui risiko penurunan pertumbuhan ekonomi di 2009 semakin besar akibat dampak krisis ekonomi global yang imbasnya semakin dalam ke Indonesia.

"Ekonomi 2009 ini risikonya lebih banyak dari risiko pertumbuhan atau growth, serta pengangguran dan kemiskinan sebagai topik yang lebih penting dan prioritas," ujarnya saat ditemui di kantornya Jalan Lapangan Banteng, Jakarta, Kamis (7/5/2009).

Bappenas sebelumnya juga memperkirakan pertumbuhan ekonomi akan turun menjadi hanya 3,5%-4% atau di bawah proyeksi terakhir pemerintah yang sebesar 4%-4,5%.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kalau dari sisi inflasi, memang akan turun karena harga komoditi mengalami penurunan. Karena itu BI bisa menurunkan suku bunganya menjadi 7,25% karena ekspektasi inflasi menurun," tuturnya.

Pemerintah sendiri akan mengajukan APBN Perubahan (APBN-P) 2009 karena kondisi ekonomi yang berubah akibat imbas krisis ekonomi global yang akan merubah asumsi makro pada APBN 2009.

Asumsi makro pada APBN 2009 adalah:

  • Pertumbuhan ekonomi 6%
  • Inflasi 6%
  • SBI 7,5%
  • Nilai Tukar Rp 9.400/US$
  • Harga Minyak US$ 80 per barel
  • Lifting 960 ribu barel/hari

Sementara itu, proyeksi terakhir pemerintah untuk asumsi makro setelah adanya stimulus dan dengan kondisi krisis global yang ternyata parah adalah:

  • Pertumbuhan ekonomi 4,5%
  • Inflasi 6%
  • SBI 7,5%
  • Nilai tukar Rp 11.000/US$
  • Harga minyak US$ 45 per barel
  • Lifting 960 ribu/hari.




(dnl/qom)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads