Menurut Direktur Konstruksi Strategis PLN M Agoeng Nugroho, first firing tersebut akan berlangsung selama 1-2 minggu. Setelah itu, pembangkit akan memasuki tahap commisioning selama 2-3 bulan sebelum akhirnya beroperasi secara komersial.
"Untuk tahap first firing bahan bakar yang dipakai adalah HSD (high speed diesel). Ketika commisioning baru memakai batubara," ungkap Agoeng kepada wartawan di Departemen ESDM, jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta, Jumat (8/5/2009).
Agoeng menjelaskan PLTU Labuan akan tetap beroperasi secara komersial sesuai kontrak pada 20 September 2009. "Kami inginkan semua sempurna sebelum first firing," tandasnya.
Sedangkan berdasarkan kontrak PLTU Labuan unit II berkapasitas 300 MW baru akan mulai beroperasi secara komersial pada Desember 2009. Sementara PLTU Rembang unit I dengan kapasitas 315 MW diharapkan beroperasi komersial pada September 2009 dan PLTU Rembang unit II berkapasitas 315 MW pada Desember 2009.
"Semua on shedule, hanya PLTU Indramayu (3x330 MW) mungkin mundur 1-2 bulan," tandasnya.
(epi/lih)











































