SPBU asing diperkirakan akan menguasai pasar bisnis ritel BBM jika subsidi BBM dicabut pemerintah. "Kalau nanti sudah tidak ada lagi subsidi BBM maka SPBU asing bisa menguasai pasar," ujar Direktur Eksekutif Refor-Miner Institute Pri Agung Rakhmanto dalam pesan singkatnya kepada detikFinance, Sabtu (9/5/2009).
Untuk itu, lanjut Pri Agung, pemerintah disarankan untuk membuat aturan khusus untuk mengatur perusahaan-perusahaan asing yang sudah mulai masuk ke bisnis ritel BBM.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut Pri Agung, pemerintah harus mulai mengatur harga BBM non subsidi. Pemerintah sebaiknya memiliki batasan range harga jual BBM non subsidi tersebut dan pemerintah diperbolehkan intervensi pada kondisi-kondisi tertentu.
"Jadi penentuan harga tidak boleh begitu saja dilepas ke pasar seperti sekarang ini," jelas Pri Agung.
Pri Agung juga menyarankan agar pemerintah mulai mengarahkan agar perusahaan asing yang masuk ke bisnis ritel BBM melakukan ekspansi ke luar Jawa.
"Mereka juga harus dikenakan kewajiban mempunyai stok seperti halnya Pertamina untuk menjamin pasokan BBM domestik," ungkapnya.
Pri Agung menambahkan, sebaiknya pemerintah juga tidak membiarkan SPBU asing tersebut menjual BBM bersubsidi. "Tetap hanya dibatasi untuk bbm nonsubsidi dulu," tandas Pri Agung.
(epi/ir)











































