Demikian disampaikan Vice President Corporate Secretary Garuda Indonesia, Pujobroto dalam pesan singkatnya kepada detikFinance, Minggu (10/5/2009).
"Penduduk di Darwin ada sekitar 125 ribu orang. Untuk break even point, load factor perlu sekitar 65%. Sementara saat ini load factor sekitar 50%," jelas Pujo.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pujo mengatakan, Australia memang kembali menawarkan dan memberikan kesempatan bagi GA untuk terbang ke Darwin dan penerbangan lanjutan ke destinasi wisata di Australia.
"Namun GA perlu untuk mempelajari atau mengkaji hal tersebut terlebih dahulu," ungkapnya.
Pada prinsipnya, lanjut Pujo, GA akan melayani rute-rute penerbangan yang menguntungkan dan akan memanfaatkan resources yang ada untuk melayani pasar yang lebih prospektif dan potensial.
Pujo menambahkan mulai Juli 2009, Garuda Indonesia akan melayani rute Jakarta - Sidney dan Jakarta - Melbourne. Garuda juga akan kembali membuka rute penerbangan Denpasar - Brisbane pada November 2009.
"Hal yang akan segera direalisasikan adalah Garuda akan melaksanakan penerbangan dari Jakarta - Sidney, dan Jakarta Melbourne. Garuda juga akan membuka kembali rute penerbangan dari Denpasar ke Brisbane," tandas Pujo.
Seperti diketahui, Garuda Indonesia telah menghentikan penerbangan Ke Darwin, Australia sejak 24 April 2009.
Menurut Pujo, hal tersebut dilakukan mengingat telah terjadinya penurunan penumpang dari beberapa kota di luar negeri sebagai dampak dari krisis ekonomi global yang terjadi dewasa ini.
Pujo menjelaskan selama ini Garuda Indonesia melayani rute penerbangan Denpasar β Darwin tiga kali per minggu, mengggunakan pesawat B737. Selain ke Darwin, Garuda Indonesia melayani penerbangan ke kota β kota di Australia yaitu Sydney, Melbourne dan Perth.
(epi/dro)











































