Efek Dolar AS Mahal Sudah Menjalar ke Mal

Efek Dolar AS Mahal Sudah Menjalar ke Mal

Ignacio Geordi Oswaldo - detikFinance
Kamis, 21 Mei 2026 06:30 WIB
Warga mengunjungi pusat perbelanjaan di Jakarta, Kamis (31/7/2025).
Foto: Andhika Prasetia/detikcom
Jakarta -

Ketua Dewan Penasihat Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APPBI) DPD DKI Jakarta, Ellen Hidayat, mengatakan pelemahan rupiah menyebabkan harga sejumlah komoditas mengalami kenaikan yang cukup signifikan.

"Semua juga sudah mengetahui bahwa dolar AS per hari ini sudah Rp 17.000, nyangkut, sudah hampir Rp 18.000 ya. Aduh, mudah-mudahan tidak lewat dari angka Rp 18.000 itu. Nah memang boleh dikatakan terjadi kenaikan-kenaikan harga di masyarakat," ujar Ellen di Lippo Mall Nusantara, Jakarta Selatan, Rabu kemarin.

Menurut Ellen, kondisi ini membuat daya beli masyarakat semakin melemah, termasuk bagi kalangan pekerja dengan pendapatan yang relatif tetap. Dengan gaji yang tidak berubah sementara harga barang terus naik, masyarakat mau tidak mau mulai menahan belanja.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Akibatnya secara keseluruhan jumlah pengunjung atau trafik pusat perbelanjaan di Jakarta pada hari kerja (weekdays) turun sekitar 15-20%. Sementara untuk jumlah pengunjung pada akhir pekan (weekend) masih stabil bahkan ada kecenderungan peningkatan.

ADVERTISEMENT

"Memang terjadi penurunan trafik di pusat belanja, sebagian besar itu kurang lebih antara 15-20% pada saat weekdays, saya katakan weekdays. Tapi untuk weekend itu bisa tinggi sekali, lebih tinggi dari biasanya. Terjadi suatu keanehan sedikit, tetapi dibilang aneh juga tidak," terangnya.

Orang Kantoran Pangkas Makan di Mal, Banyak Bawa Bekal

Ia menjelaskan di tengah pelemahan daya beli ini, banyak karyawan kantor yang biasa makan siang di mal kini lebih memilih untuk membawa makanan dari rumah. Kondisi inilah yang kemudian membuat jumlah pengunjung pusat-pusat perbelanjaan atau Mal Jakarta hanya turun pada hari kerja saja.

"Kita sudah mempelajari apa penyebabnya. Ya mungkin semua karyawan-karyawan juga menahan diri, yang biasanya kalau bekerja lima hari, lima hari makan di pusat belanja, sekarang mungkin cuma dua hari, yang lainnya mungkin bawa dari rumah. Itu yang saya dengar," jelas Ellen.

Sementara untuk tingkat kunjungan selama akhir pekan masih ditopang oleh kunjungan keluarga, terutama mereka dengan anak-anak. Sebab selain sebagai pusat belanja, mal-mal di Jakarta juga menyediakan ruang rekreasi anak, sehingga juga berperan sebagai pusat hiburan warga.

"Pusat belanja itu mempunyai daya tarik tersendiri, terutama kita perkuat kepada anak-anak. Sekali anak-anak cinta ke pusat belanja itu, dia akan minta orangtuanya untuk datang ke sana lagi, ke sana lagi. Jadi anak-anak itu juga perlu di-entertain," ujarnya.

Simak Video 'Kemenpar Beberkan Sisi Positif Kenaikan Dolar untuk Pariwisata RI':

(igo/fdl)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads