Demikian disampaikan oleh Sekjen APPSI Ngadiran saat ditemui di kantornya, Jakarta, Jumat (15/5/2009).
"Dari 13.450 pasar tradisional di Indonesia, hanya 10% yang kondisinya layak untuk transaksi jual beli," imbuhnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Batalnya stimulus revitalisasi pasar pada tahun ini, lanjut Ngadiran, seperti petir yang menyambar di siang bolong. Padahal kata dia, para pedagang pasar sebelumnya sangat menyambut sumringah rencana revitalisasi tersebut.
Kondisi pasar tradisional yang memprihatinkan itu, secara langsung telah menggerus omset pedagang pasar yang rata-rata setiap tahun mengalami penurunan omset hingga 40%, jika dibandingkan era tahun 1990-an lalu.
"Sekarang masyarakat memang datang tapi belanjanya sedikit. Ada juga dari mereka yang datang karena kangen untuk bernostagia saja ke pasar tradisional," keluhnya.
Ia memperkirakan untuk memperbaiki kondisi pasar tradisional yang jumlahnya hingga belasan ribu dalam kondisi kritis setidaknya membutuhkan anggaran hingga Rp 11 triliun dengan asumsi setiap pasar menelan dana Rp 1 miliar.
"Jangankan Rp 200 miliar, Rp 5 triliun pun nggak bakal cukup," imbuhnya.
(hen/qom)











































