Demikian hal itu dikemukakan oleh Direktur Utama Jasa Marga Frans Sunito di kantor Kementerian Negara Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta, Jumat (15/5/2009).
"Kami ikut tender, ini lagi proses perhitungan. Tanggal 20-an (Mei 2009) sudah harus masuk dokumen tendernya," ujarnya.
Ia mengatakan, perseroan tidak akan mendapat banyak keuntungan dari pengelolaan jembatan tersebut karena bersifat sebagai operator yang mengumpulkan tarif dan nantinya mendapat operating fee.
"Tugas kami nanti untuk pemeliharaan dan pengoperasian," imbuhnya.
(ang/lih)











































