Medco Relakan 2% Saham di Kilang Senoro ke Pertamina

Medco Relakan 2% Saham di Kilang Senoro ke Pertamina

- detikFinance
Senin, 25 Mei 2009 18:46 WIB
Medco Relakan 2% Saham di Kilang Senoro ke Pertamina
Jakarta - PT Medco Energi International tidak mempermasalahkan pengalihan kepemilikan sahamnya di Konsorsium DS LNG. Medco kini fokus untuk menyelesaikan Findal Investment Decision (FID).
Β 
Hal ini disampaikan Direktur Proyek PT Medco Energi International, Lukman Mahfoed dalam pesan singkatnya kepada detikFinance, Senin (25/5/2009).
Β 
"Kalau urusan pengalihan interest 1 atau 2 persen ke Pertamina ,itu tidak masalah, untuk menggenapkan porsi Pertamina," ujar Lukman.
Β 
Menurut Lukman, saat ini Pertamina dan Medco sedang memfokuskan usaha agar FID (Final Investment Decision)Β  bisa dilaksanakan secepatnya.

"Itu dilakukan untuk memenuhi jadual penyelesaian proyek tahun 2013," ungkapnya.Β 
Β 
Sebelumnya, Direktur Utama Pertamina, Karen Agustiawan menyatakan PT Pertamina (Persero) akan menaikan kepemilikan sahamnya dari 29 persen menjadi 31 persen di konsorsium DS LNG.Β 
Β 
MenurutΒ  Karen, saat ini komposisi kepemilikan saham di konsorsium DS LNG yaitu 51 persen dimiliki Mitsubishi, Pertamina Persero 29 persen dan saham milik Medco 20 persen.
Β 
"Tapi tidak menutup kemungkinan Kita bisa jadi 31 karena Medco akan menurunkan share mereka di DS LNG," jelas Karen dalam rapat dengar pendapat dengan Komisi VII, di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Senin (25/5/2009)
Β 
Karen menyatakan saat ini pihaknya telah melakukan pembicaraan dengan Medco. "Kami sudah berbicara dengan Medco dan kemungkinan mereka bersedia,"ujar Karen.
Β 
Karen menjelaskan dengan harga minyak saat ini dengan porsi saham 29 persen maka Investment of Rate Return (IRR) hanya 6 sampai 7 persen.Β 
"Dengan harga sekarang IRRnya hanya 6-7 persen," ucap Karen.
Β 
Sementara itu, Direktur Keuangan PT Pertamina (Persero) Ferederick Siahan tidak menyatakan secara pasti darimana dana untuk pembelian saham tersebut berasal. Tapi ia menyatakan alokasi dana untuk melakukan akuisi tahun ini berasal dari Capex sekitar Rp 21 triliun.

(epi/lih)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads