Hal ini dikatakan oleh Menteri Keuangan sekaligus Menko Perekonomian Sri Mulyani saat ditemui usai rapat di Istana Presiden, Jakarta, Rabu (27/5/2009).
"Untuk defisit anggaran kita rancang pada 1,3%. Meski Presiden
dan Wapres tadi mengatakan defisit bisa mencapai 1,5%, bila ada prioritas
yang amat urgent untuk didanai dan memungkinkan mendapatkan pendanaan
yang baik," tuturnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sebagai kerangka awal, pemerintah telah memperkirakan pertumbuhan ekonomi 2010 sebesar 5-6%, inflasi di kisaran 4,5%-5%, nilai tukar rupiah Rp 9.500-Rp10.800 per US$.
"Asumsi harga minyak antara US$ 45-60 per barel. Ini masih normal. Untuk lifting minyak tidak akan banyak bergerak dari tahun lalu." ujar Sri Mulyani.
Pemerintah memperkirakan nilai PDB pada tahun 2010 akan mencapai RP 6.000 triliun.
"APBN 2010 nanti arah kebijakan memprioritaskan meneruskan upaya
pemulihan ekonomi. Anggaran belanja tetap pada fungsi pelindung rakyat miskn. Program peningkatan kesejahteraan rakyat seperti BOS (Biaya Operasional Sekolah), Jamkesmas, dan raskinΒ akan diperluas cakupannya. PNPM akan mencakup seluruh kecamatan," pungkasnya.
(dnl/dro)











































