Defisit 2010 Bisa Diperlebar Jadi 1,5%

Defisit 2010 Bisa Diperlebar Jadi 1,5%

- detikFinance
Rabu, 27 Mei 2009 18:12 WIB
Defisit 2010 Bisa Diperlebar Jadi 1,5%
Jakarta - Defisit untuk RAPBN 2010 bisa diperlebar menjadi 1,5% dari PDB atau naik dari proyeksi semula yang sebesar 1,3% dari PDB.

Hal ini dikatakan oleh Menteri Keuangan sekaligus Menko Perekonomian Sri Mulyani saat ditemui usai rapat di Istana Presiden, Jakarta, Rabu (27/5/2009).

"Untuk defisit anggaran kita rancang pada 1,3%. Meski Presiden
dan Wapres tadi mengatakan defisit bisa mencapai 1,5%, bila ada prioritas
yang amat urgent untuk didanai dan memungkinkan mendapatkan pendanaan
yang baik," tuturnya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sri Mulyani mengatakan, dalam rapat tersebut pemerintah melakukan finalisasi rencana kerja dan rancangan APBN 2010 yang akan diserahkan kepada DPR pada 1 Juni 2009.

Sebagai kerangka awal, pemerintah telah memperkirakan pertumbuhan ekonomi 2010 sebesar 5-6%, inflasi di kisaran 4,5%-5%, nilai tukar rupiah Rp 9.500-Rp10.800 per US$.

"Asumsi harga minyak antara US$ 45-60 per barel. Ini masih normal. Untuk lifting minyak tidak akan banyak bergerak dari tahun lalu." ujar Sri Mulyani.

Pemerintah memperkirakan nilai PDB pada tahun 2010 akan mencapai RP 6.000 triliun.

"APBN 2010 nanti arah kebijakan memprioritaskan meneruskan upaya
pemulihan ekonomi. Anggaran belanja tetap pada fungsi pelindung rakyat miskn. Program peningkatan kesejahteraan rakyat seperti BOS (Biaya Operasional Sekolah), Jamkesmas, dan raskinΒ  akan diperluas cakupannya. PNPM akan mencakup seluruh kecamatan," pungkasnya.

(dnl/dro)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads