"Untuk utilisasi pabrik baja masih pada kondisi sebelumnya, belum ada perubahan yang sinifikan, harga juga masih turun," kata Dirjen Industria Logam, Mesin, Tekstil dan Aneka Departemen Perindustrian Ansari Bukhari saat ditemui di JIExpo, Jakarta, Jumat (29/5/2009).
Kondisi ini masih jauh tertinggal dengan sektor-sektor lainnya yang sempat mengalami tekanan dahsyat saat krisis seperti sektor tekstil dan garmen yang masih mengantongi utilisasi diangka 70%.
Nasib industri baja dalam negeri saat ini, lanjut Ansari, tidak terlepas dari faktor eksternal yaitu turunnya harga baja dunia yang dipicu oleh krisis global. Serta masih kokohnya negara-negara pesaing baja asing yang masih mencengkramkan dominasi pasar karena menjual produk yang lebih kompetitif.
"Masalah utilisasi ini karena kompetitor di luar masih tangguh," ucapnya.
Ansari berharap kondisinya bisa lebih baik pasca efektifnya penerapan tata niaga besi dan baja yang telah diberlakukan pemerintah. Karena setidaknya produk baja dalam negeri tidak harus menghadapi persaingan yang tidak fair dari impor produk baja ilegal.
"Proses verifikasi (tata niaga) ini bisa mendorong industri terutama dari gempuran baja yang ilegal," harapnya.
(hen/ir)











































