Para pemegang obligasi memiliki waktu hingga Sabtu (30/5/2009) pukul 17.00 waktu setempat. Namun hingga tenggat waktu terlampaui, para pemegang obligasi GM yang merepresentasikan lusinan kreditor utama GM tidak ada yang berkomentar.
Namun New York Times melaporkan, para pemegang obligasi bersedia menerima penawaran debt for equity yang disponsori oleh pemerintah AS tersebut. Kesediaan pemegang obligasi untuk menerima tawaran itu menjadi modal kuat untuk segera mendaftarkan perlindungan kebangkrutan, chapter 11.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Seperti dikutip dari Reuters, Minggu (31/5/2009), kebangkrutan GM akan menjadi kasus terbesar ketiga di AS. Kebangkrutan GM juga akan menjadi kasus terbesar dan paling kompleks untuk kebangkrutan sektor manufaktur.
Jika GM bangkrut, maka inilah akhir dari sebuah ikon korporasi besar AS. GM telah kehilangan pangsa pasarnya sejak awal 1980-an ketika masih memiliki pangsa pasar hingga 45%.
Seiring berjalannya waktu, GM kehilangan daya saingnya karena ketergantungannya pada penjualan jenis truk. GM bahkan baru saja kehilangan mahkotanya sebagai raja penjualan kendaraan, setelah dilibas Toyota. Kondisi GM semakin diperburuk oleh krisis kredit yang melanda negara adi kuasa itu.
Pemerintah AS sejauh ini juga telah memberikan berbagai suntikan dana agar GM tetap hidup demi para karyawannya. Namun suntikan dana itu dinilai tak mampu menyelesaikan persoalan GM yang masih terbelit besarnya utang. Pemerintah Obama juga telah memberikan kesempatan kepada GM untuk menyampaikan rencana restrukturisasi yang layak pada 1 Juni 2009.
Sejak pekan lalu, GM terus berpacu untuk menyelesaikan serangkaian kesepakatan untuk menyelesaikan proses kebangkrutan dengan secepat-cepatnya. GM dijadwalkan mendaftarkan perlindungan kebangkrutan pada Senin, 1 Juni 2009.
Pemerintah AS telah menyiapkan berbagai rencana untuk GM antara lain akan menginvestasikan US$ 60 miliar. Sementara US$ 12,5 miliar akan diberikan kepada perusahaan afiliasi GM, GMAC.
Saham GM pada penutupan perdagangan Jumat lalu juga sudah tersungkur hingga di bawah US$ 1, yang merupakan level terendah sejak Great Depression.
Didirikan pada tahun 1908, GM mampu menjual kendaraan lebih banyak ketimbang para pesaingnya selama periode 1931 hingga 2008, sebelum akhirnya diambil alih oleh Toyota.
Pangsa pasar GM di Amerika bahkan terus tergerus dari 54% pada tahun 1954 menjadi hanya 22% pada tahun 2008.
GM yang pada tahun 2004 mampu mencetak pendapatan hingga US$ 2,8 miliar selanjutnya terus merugi. GM kehilangan hampir US$ 88 mliar dari tahun 2005 hingga kuartal I-2009.
Jumlah karyawan GM juga terus berkurang seiring dilakukannya restrukturisasi. Pada tahun 1978, GM memiliki karyawan global hingga 850.000, dimana 600.000 diantaranya adalah pekerja di AS. Dengan jumlah karyawan itu, maka GM tercatat sebagai perusahaan swasta nasipnal AS dengna pekerja terbanyak.
Namun pada tahun 2005, jumlah karyawan menyusut menjadi hanya 335.000 orang dan angkanya terus berkurang hingga di bawah 200.000 untuk seluruh dunia pada tahun 2009 ini.
(qom/qom)











































