Keputusan itu diambil dalam rapat yang berlangsung di Gedung DPR/MPR, Jakarta, Selasa (2/6/2009) mulai pukul 14.00-21.10 WIB.
Dalam RAPBN 2010, Departemen ESDM mengusulkan asumsi ICP pada RAPBN 2010 dalam range US$ 50-70 per barel dan lifting minyak 960.000 barel per hari. Sedangkan volume BBM bersubsidi sebesar 36.504.779 kiloliter.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dalam RAPBN 2010, subsidi BBN dipatok maksimal Rp 2000 per liter, sehingga total subsidi BBN ditargetkan sebesar Rp1,554 miliar dengan total volume biothanol sebesar 214.541 kl dan biodiesel 562.534 kl
"Untuk subsidi Bahan Bakar Nabati (BBN), kami setujui dengan catatan revisi Pepres 71 segera diterbitkan," kata Ketua Komisi VII DPR Airlangga Hartato saat memimpin raker di Gedung DPR, Jakarta, Selasa (2/6/2009) malam.
Dengan disetujuinya Indonesia Crude Price (ICP)Β sebesar USD 50-70/barel, maka alpha BBM bersubsidi sebesar Rp 576,52 - 587,31 per liter.
"Namun kami meminta BPK untuk mengaudit besaran alokasi alpha dan mempertanyakan distribusi alpha ke masyarakat," ungkap Airlangga.
Adapun besaran subsidi listrik yang disetujui komisi VII yaitu sebesar Rp 44,38 - 52,44 triliun. Dengan menggunakan asumsi yang digunakan untuk perhitungan subsidi tersebut yaitu nilai:
- ICP US$ 50-70/barel dan
- Asumsi kurs nilai tukar rupiah terhadap dolar sebesar Rp 10.200,
- Pertumbuhan ekonomi 5 persen,
- Pertumbuhan penjualan tenaga listrik sebesar 6 persen,
- volume penjualan tenaga listrik 144,52 TWh,
- Susut jaringan 9,95 persen, dan margin usaha 3 persen.
"Hasil keputusan asumsi makro sektor ESDM ini akan dibawa dan dibahas di panitia Anggaran DPR RI dalam perhitungan RAPBN 2010," tandas Airlangga sambil menutup rapat.
(epi/qom)











































