Kepercayaan Konsumen RI Tertinggi dalam 3 Tahun Terakhir

Kepercayaan Konsumen RI Tertinggi dalam 3 Tahun Terakhir

- detikFinance
Rabu, 03 Jun 2009 10:20 WIB
Kepercayaan Konsumen RI Tertinggi dalam 3 Tahun Terakhir
Jakarta - Indeks Kepercayaan Konsumen (IKK) terus membaik dan kini berada di titik tertinggi dalam 3 tahun terakhir. IKK Mei 2009 mencatat kenaikan hingga 6,3% menjadi 89,5.

Level tersebut merupakan level yang tertinggi sejak bulan Agustus 2006, ketika IKK mencatat level 89,6. Demikian hasil survei Kepercayaan Konsumen Indonesia Mei yang dilakukan Danareksa Research Institute (DRI), seperti dikutip detikFinance, Rabu (3/6/2009).

Kenaikan IKK itu terutama disebabkan oleh berkurangnya kekhawatiran konsumen akan kenaikan harga bahan makanan. Konsumen yang mengkhawatirkan harga bahan makanan yang tinggi berkurang jumlahnya menjadi 57,3% dari total konsumen yang disurvei pada bulan Mei dibandingkan dengan 61,9% pada bulan April.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Hal ini sangat penting mengingat anggaran belanja untuk makanan merupakan salah satu komponen terbesar dalam anggaran belanja rumah tangga di Indonesia. Karena itu, berkurangnya kekhawatiran terhadap harga bahan makanan yang tinggi mendorong peningkatan kepercayaan konsumen secara keseluruhan," jelas Purbaya Yudhi Sadewa, analis DRI.

Kedua komponen dari IKK meningkat. Komponen yang menunjukkan keadaan masa kini, Indeks Situasi Sekarang (ISS), naik sebesar 11,2% menjadi 72,1 pada bulan Mei. Konsumen memberi penilaian yang lebih baik terhadap keadaan ekonomi nasional maupun ekonomi lokal, begitu juga dengan ketersediaan lapangan kerja.

Komponen IKK lainnya yang menunjukkan keadaan masa depan, Indeks Ekspektasi (IE), juga naik sebesar 3,9% menjadi 102,5 pada bulan Mei. Peningkatan IE tersebut mencerminkan harapan membaiknya pertumbuhan ekonomi yang nantinya juga diharapkan akan meningkatkan ketersediaan lapangan kerja dalam enam bulan mendatang.

Rencana konsumen untuk membeli barang-barang tahan lama terus meningkat pada bulan Mei. Pada survei bulan tersebut, proporsi konsumen yang berencana untuk membeli barang-barang tahan lama dalam 6 bulan mendatang naik menjadi 24,9% dari 23,8% pada bulan April.

Beberapa faktor yang mendorong peningkatan pembelajaan konsumen pada bulan Mei antara lain: penurunan suku bunga, meningkatnya ketersediaan lapangan kerja dan membaiknya keadaan ekonomi nasional. Peningkatan rencana belanja konsumen ini merupakan kabar baik bagi pertumbuhan ekonomi kita mengingat dua pertiga perekonomian kita didukung oleh belanja konsumen.

Konsumen merasa bahwa tekanan inflasi akan sedikit bertambah dalam enam bulan mendatang (indeks yang mengukur sentimen terhadap inflasi naik sebesar 0,9% menjadi 174,5 pada bulan Mei dari 172,9 pada bulan April).

Sejalan dengan ekspektasi kenaikan inflasi, semakin sedikit konsumen yang memperkirakan bahwa suku bunga akan diturunkan lagi (indeks yang mengukur sentimen terhadap suku bunga naik 4,0% menjadi 113,1 pada bulan Mei). Kekhawatiran konsumen terhadap prospek terhentinya penurunan suku bunga tersebut kemungkinan dipicu juga oleh kenyataan bahwa suku bunga pinjaman masih cukup tinggi meskipun BI sudah menurunkan suku bunga acuannya dengan cukup agresif sejak bulan Desember 2008 lalu.

Kepercayaan konsumen terhadap kemampuan pemerintah untuk melaksanakan tugas-tugasnya terus meningkat pada bulan Mei. Indeks Kepercayaan Konsumen terhadap Pemerintah (IKKP) naik sebesar 5,4% menjadi 113,6 pada bulan Mei.

Kenaikan IKKP selama lima kali berturut-turut ini memberi konfirmasi bahwa tren IKKP sedang naik. IKKP saat ini berada pada level tertinggi sejak bulan Maret 2005. Hal ini merupakan indikasi bahwa konsumen semakin merasa yakin terhadap kemampuan pemerintah dalam menjalankan tugas-tugasnya.


(qom/ir)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads