RI Kelebihan Pasokan Amonium Nitrat di 2011

RI Kelebihan Pasokan Amonium Nitrat di 2011

- detikFinance
Rabu, 03 Jun 2009 13:55 WIB
RI Kelebihan Pasokan Amonium Nitrat di 2011
Jakarta - Indonesia diperkirakan akan mengalami kelebihan suplai amonium nitrat (bahan peledak) pada tahun 2011. Menyusul bakal rampungnya pembangunan pabrik Kaltim Nitrate Indonesia (KNI) dan PT Dahana yang sama-sama memiliki 300.000 metrik ton per tahun pada tahun 2011.
 
Direktur Jenderal Industri Agro dan Kimia Departemen Perindustrian Benny Wahyudi mengatakan saat ini BUMN bidang pertambangan PT Dahana sedang menyelesaikan pembangunan pabrik amonium nitrat berkapasitas 300.000 ton dengan nilai US$ 400 juta.
 
"Selain KNI ada yang sedang bangun pabrik lagi yaitu grup Dahana, sudah mulai tahap pembangunan pembebasan lahan, dengan kapasitas 300.000 metrik per ton," kata Benny disela-sela acara perjanjian kerjasama KNI dengan Rekayasa Industri (Rekin), di Jakarta, Rabu (3/6/2009).
 
Dikatakanya dari kebutuhan amonium nitrat di dalam negeri sebanyak 400.000 metrik ton, hampir 350.000 metrik ton diperoleh melalui impor. Sedangkan kurang lebih 40.000 metrik ton baru di suplai dari salah satu produsen di dalam negeri. Sehingga saat ini kondisi kebutuhan amonium nitrat Indonesia masih sangat tergantung dengan impor.
 
Benny memperkirakan jika dua pabrik tersebut telah berproduksi pada tahun 2011, maka Indonesia berpeluang mengalami kelebihan suplai sehingga ketergantungan impor amonium nitrat bisa dikurangi.
 
Kondisi ini kata dia, tidak akan mengkhawatirkan karena diperkirakan setiap tahunnya permintaan amonium nitrat mengalami pertumbuhan 8% sampai 10% untuk kebutuhan industri batubara, semen dan lain-lain.
 
Bahkan kata dia, Indonesia bisa memanfaatkan kelebihan itu untuk pasar regional untuk kebutuhan amonium nitrat ke pasar regional seperti Papua Nugini, ASEAN dan lainnya.

Namun Benny menggarisbawahi kedua pabrik ini harus mendapat jaminan gas yang memadai. "Pasar regional saja cukup besar," ucapnya.

(hen/ir)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads