Β
"Mungkin butuh waktu 7 hari untuk start up," ujar Coorporate Secretary PT Pertamina (Persero) Toharso kepada wartawan di Bandara Sultan Badaruddin II, Palembang, Kamis (4/6/2009).
Β
Menurut Toharso, spare part untuk mengganti dua tube yang terbakar di Crude Distillation Unit (CDU) kilang tersebut sudah ada dan akan dipasang 2-3 hari ke depan.Β
"Karena untuk mendinginkan butuh waktu 2-3 hari," jelas Toharso.
Β
Sementara kilang tersebut tidak dapat beroperasi, Toharso menjelaskan pasokan BBM dari Kilang Cilacap akan diganti dari kilang-kilang lainnya.
"Stok BBM aman karena pasokannya akan dialihkan dari 6 kilang lain milik Pertamina. Lagipula stok BBM secara nasionalΒ kita cukup untuk 20 hari," ungkap Toharso.
Β
Toharso menambahkan, perawatan menyeluruh kilang tidak perlu dilakukan. "Turn around keseluruhan kilang tidak perlu dilakukan sebab kami selalu melaksanakanΒ maintance rutin," ujarnya.
Β
Saat ditanya berapa kerugian yang ditanggung Pertamina, Toharso mengaku belum menghitung kerugiannya. " Untuk kerugian kami belum hitung," tandasnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Saat ini Kilang Cilacap memiliki dua buah FOC, yaitu FOC I dan FOC II. CDU (Crude Distilation Unit) II adalah salah satu bagian terdapat dalam FOC II.
Di Crude Distilation Unit, proses yang terjadi adalah pemanasan minyak mentah agar secara hukum fisika terpisah-pisah berdasarkan fraksinya. Di dalam Crude Distilation Unit ini, terdapat tube-tube (pipa-pipa) tempat lewatnya minyak mentah.
(epi/ir)











































