Menuurt Dirjen Perkebunan Achmad Manggabarani, stimulus ini bertujuan meningkatkan efisiensi distribusi bagi petani di dua sektor tersebut.
"Ada dana stimulus Rp 60 miliar untuk perbaikan jalan kebun, khususnya di wilayah Sumatera dan Kalimantan," katanya dalam acara peluncuran program restrukturisasi mesin atau peralatan pabrik gula dan nota kesepakatan antara Ditjen Perkebunan Departemen Pertanian dan Ditjen Industri Logam Mesin, Tekstil dan Aneka (ILMTA) Departemen Perindustrian, di gedung Depperin, Senin (8/6/2009).
Rencananya jika dana stimulus Deptan yang saat ini masih proses persetujuan di DPR bisa selesai, maka paling tidak stimulus tersebut akan merambah perbaikan infrastruktur jalan di 11 titik arela perkebunan di Sumatera dan Kalimantan yang selama ini menjadi lumbung dua komoditi tersebut.
"Mudah-mudahan disetujui, sekarang sedang diajukan kembali," ujarnya.
Achmad menjelaskan dengan dana tersebut diharapkan distribusi angkutan produk perkebunan lebih cepat dan bisa menekan biaya angkutan bagi petani. Rencananya alokasi anggaran tersebut akan diserahkan ke masing-masing inti plasma di dua sektor tadi yaitu sektor karet dan sawit.
Meskipun ia mengakui biaya transportasi relatif tidak besar dalam kontribusi menekan biaya tinggi para petani, tetapi setidaknya pengeluaran biaya transportasi sebesar 20 persen bisa lebih ditekan.
"Kalau transportasinya lancar, maka mendorong harga yang bagus untuk petani," ucapnya.
(hen/lih)











































