Demikian disampaikan Menteri Keuangan sekaligus Menko Perekonomian Sri Mulyani ketika ditemui di kantornya, Jalan Lapangan Banteng, Jakarta, Senin (8/6/2009).
"Memang kuartal II dan kuartal III akan tumbuh cukup kuat tapi tidak akan setinggi kuartal I," ujarnya.
Sri Mulyani mengatakan pada kuartal II dan kuartal III tahun 2009, pertumbuhan ekonomi akan ditopang oleh konsumsi dalam negeri yang masih akan tumbuh cukup kuat termasuk belanja pemerintah yang mulai berjalan.
"Kalau dilihat dari sumber pertumbuhan ekonomi pada kuartal II dan kuartal III, konsumsi dalam negeri akan cukup baik, di atas 5% karena kalau faktor seperti musim masuk sekolah lalu liburan. Itu menyebabkan tingkat konsumsi masih cukup melonjak kemudian diikuti kuartal III ada lebaran dan puasa. Ini bisa menyebabkan potensi pertumbuhan cukup tinggi," paparnya.
Pemerintah juga akan memonitor perbankan nasional terkait target pertumbuhan kredit.
"Dengan adanya suku bunga yang turun ini diperkirakan mereka akan menyesuaikan pertumbuhan dari kreditnya menjadi relatif lebih baik dari sekarang, kalau sekarang kan kira-kira 15%," katanya.
Terkait naiknya peringkat daya saing Indonesia menurut versi IMD, Sri Mulyani mengatakan hal ini diharapkan bisa meningkatkan investasi di Indonesia.
"Indonesia menjadi daya tarik bagi perekonomian dunia, terutama bagi kelompok investor yang masih ingin dapat return menarik. Ini bisa menjelaskan kenapa flow dari capital sekarang sangat besar di Indonesia pada minggu terakhir," jelasnya.
"Ini jadi alasan yang eksplisit, berarti bagi suatu perekonomian apalagi kalau size-nya seperti Indonesia yang sangat besar, dari sisi populasi maupun geografi itu menjadi ciri bahwa dia punya potensi untuk menjadi daya tarik bagi investasi," tambahnya.
(dnl/qom)










































