"Kredit ini hanya untuk pembelian tabung kedua, sedangkan untuk tabung pertama bagi masyarakat yang belum memiliki tabung masih akan diberikan secara cuma-cuma," jelas Direktur Pemasaran dan Niaga Pertamina Ahmad Faisal sebelum rapat dengar pendapat dengan Komisi VII, di Gedung DPR, Jalan Gatot Subroto, Jakarta, Rabu (10/6/2009).
Menurut Faisal, Pertamina memang sedang melakukan pembahasan dengan Himpunaan Wiraswasta Nasional Minyak dan Gas (Hiswana Migas) dan dua perbankan nasional yaitu BRI dan Bukopin mengenai kredit kepemilikan tabung baru bagi pelanggan.
"BRI dan Bukopin akan memberi kredit kepada Hiswana," ujar Faisal.
Setelah itu, lanjut Faisal, Hiswana yang akan mengkoordinir ke agen-agen pengecer elpiji dan agen untuk memberikan kredit ke masyarakat. Tagihan kredit dari produsen ke konsumen akan dilakukan oleh agen tersebut.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Bagaimana cara kreditnya?
Harga tabung elpiji bekisar Rp 109.000. Untuk membelinya secara kredit, maka pelanggann bisa menyicilnya Rp 10.000 per bulan selama setahun.
Faisal berharap program ini bisa terealisasi tahun ini. Namun belum bisa menyebutkan berapa target penyaluran kredit dari program tersebut. "Pokoknya sebanyak mungkin, untuk yang butuh tabung kedua. Silakan ambil kredit," tandasnya.
Faisal menambahkan hingga hari ini target penyaluran 23 juta tabung dari program konversi 2009, baru 10,2 juta tabung yang dapat disalurkan.
(epi/lih)











































