Demikian hal itu dikemukakan oleh Direktur Utama Garuda Emirsyah Satar di sela rapat dengar pendapat dengan Komisi XI DPR di Gedung DPR/MPR, Senayan, Jakarta, Rabu (10/6/2009).
"Naiknya laba karena beban usaha kita turun sekitar 10 persen, juga karena cost management yang baik," ujarnya.
Walaupun laba meningkat, jumlah pendapatan Garuda di April 2009 sedikit menurun menjadi Rp 4,798 triliun. Tahun lalu BUMN aviasi tersebut telah membukukan pendapatan sebanyak Rp 4,837 triliun. Penurunannya setara dengan 0,8 persen.
Menurutnya, penurunan pendapatan tersebut akibat dari berkurangnya jumlah penumpang sebanyak 8 persen dari tahun lalu.
Maka dari itu, perusahaan plat merah tersebut juga memperkirakan perolehan pendapatan hingga akhir tahun 2009 akan turun 15 persen, atau hanya sekitar USD 448 miliar.
Sementara itu, mengenai penyertaan modal yang diberikan pemerintah sebesar Rp 1 triliun, saat ini hanya sisa sebanyak Rp 6,5 miliar.
"Sudah dipakai sebagaimana mestinya. Dananya kita gunakan untuk restukturisasi sumber daya manusia, overhaul pesawat dan lain-lain," ujarnya.
(ang/qom)











































