"Penguatan sekarang ini masih tidak mengganggu ekspor," kata Menteri Perdagangan Mari Elka Pangestu disela-sela Operasi Minyak Goreng Minyakita di Taman Sari, Jakarta, Kamis (11/6/2009).
Mari menjelaskan berdasarkan pantauan atas para eksportir saat ini, mereka belum merasa terpengaruh terhadap penguatan ini. Para eksportir justru tidak terlalu memperhatikan tinggi rendahnya kurs melainkan kestabilan kurs menjadi hal yang penting.
"Eksportir kalau kita tanyakan, bagi mereka yang penting stabil (kurs)," katanya.
Sebelumnya Ketua Umum Ginsi Amiruddin Saud mengatakan penguatan rupiah saat ini belum menjadi hambatan bagi eksportir karena umumnya para pelaku eksportir pun juga merangkap sebagai importir.
Menurutnya sudah lazim jika kurs rupiah menguat maka para importir teriak sumringah, sedangkan para eksportir kecewa. Pagi ini nilai tukar rupiah kembali menguat menembus level 9.995 per dolar AS, sebelum akhirnya kembali menembus 10.000/US$.
(hen/qom)











































