Demikian disampaikan Direktur Keuangan PLN Setio Anggoro Dewo di kantor Kementerian BUMN, Kamis (11/6/2009) malam.
"Mudah-mudahan bisa direalisasikan bulan depan. Itu dengan Cexim dan Bank of China. Indramayu US$ 592 juta dan Tanjung Awar-awar. Kira-kira US$ 1 miliar lah." katanya.β¨
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sementara PLTU Tanjung Awar-awar sejauh ini baru mendapat pendanaan untuk kebutuhan rupiahnya saja. Pendanaan rupiah ini berasal dari konsorsium yang dipimpin PT Bank Negara Indonesia Tbk (BNI) dengan nilai investasi Rp 1,36 triliun. (lih/qom)











































