Konsumen Kota Makin Boros, Konsumen Desa Makin Ngirit

Konsumen Kota Makin Boros, Konsumen Desa Makin Ngirit

- detikFinance
Selasa, 16 Jun 2009 12:25 WIB
Konsumen Kota Makin Boros, Konsumen Desa Makin Ngirit
Jakarta - Kenaikan harga sejumlah barang mengubah pola belanja masyarakat di pedesaan dan perkotaan. Jika jumlah belanjaan konsumen perkotaan meningkat dalam satu kali kunjungan, konsumen pedesaan justru mengurangi jumlah belanjaan mereka.

Demikian terungkap dari hasil survei Nielsen yang dipaparkan di kantornya, Mayapada Tower, Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta, Selasa (16/6/2008).

Temuan dari survei ini menunjukkan bahwa rata-rata pengeluaran konsumen yang tinggal di perkotaan meningkat ketika mereka pergi berbelanja ke sebuah toko retail. lni diikuti oleh peningkatan volume yang dibeli.
 
"Hal menarik, konsumen pedesaan di Jawa juga menghabiskan lebih banyak per kunjungan dengan naik 2,1 persen tetapi membeli dengan volume (jumlah belanjaan) lebih sedikit," jelas Executive Director Retail Nielsen Company Teguh Yunanto.
 
Ia mengatakan, fenomena seperti ini menunjukkan konsumen pedesaan tengah berjuang dengan adanya kenaikan harga dan harus mengorbankan kuantitas guna mengatur pengeluaran mereka.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sejumlah produk yang menjadi objek survei adalah barang konsumsi yang perputarannya cepat seperti shampo, deterjen bubuk, diapers bayi, dan perawatan kulit yang bertumbuh di sektor perdagangan modem.
 
Penjualan susu bubuk meningkat 34,8 persen di minimarket sementara mie instan juga masih tumbuh dengan kuat di 53,4 persen di supermarket dan hypermarket.

Hanya minyak goreng bermerek yang menunjukkan tanda-tanda penurunan di seluruh saluran karena adanya pergerakan konsumsi dari minyak bermerek ke tidak bermerek (minyak curah) daripada perubahan dalam tingkat konsumsi.

"Kami dapat menyimpulkan bahwa konsumen berperilaku berbeda, terhadap kategori ini selama krisis ekonomi. Beberapa konsumen beralih ke merek yang lebih murah atau minyak curah, beberapa konsumen kembali menggunakan sisa minyak lebih sering, dan ada pula yang cukup mengurangi konsumsi mereka dengan mengubah perilaku mereka dalam memasak," imbuhnya.
(lih/lih)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads