Menurut Sekretaris Kementerian Negara BUMN M Said Didu, target setoran dividen sebanyak Rp 26 triliun tersebut hampir sulit dipenuhi jika tidak ada windfall dari kenaikan harga minyak dunia.
"Kalau melihat sekarang tidak mungkin target dividen bisa terpenuhi. Siapa tahu nanti ada windfall harga minyak terus naik, harga komoditi juga ikut naik," katanya di kantornya, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta, Jumat (19/6/2009).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Nanti kalau sudah kuartal III baru bisa terjawab jumlahnya," katanya.
(ang/qom)











































