Hal ini disampaikan Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi, Evita Herawati Legowo kepada wartawan di Gedung Departemen ESDM, Jalan Merdeka Selatan, Jakarta, Rabu (26/6/2009).
"Namun untuk pengapalan pertamanya kapan ke China kita belum tahu," ujar Evita.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Jumlahnya sekitar 153.000 meter kubik atau sekitar 1 kargo. Setelah ini belum ada lagi, karena Tangguh sudah mulai produksi," ujar Agus dalam pesan singkatnya kepada wartawan.
Sebelumnya, BP Migas memang memutuskan kewajiban pengiriman LNG Tangguh ke Fujian digantikan oleh kilang Bontang. Hal ini karena Kilang Bontang mengalami kelebihan produksi hingga 18 kargo akibat adanya pembatalan pembelian oleh Jepang, Taiwan dan Korea pada tahun ini. Selain itu, swap (pengalihan pasokan) juga dilakukan karena Tangguh belum bisa berproduksi sesuai rencana yaitu bulan Februari 2009.
(epi/lih)










































