Inflasi Juni Diperkirakan Naik ke 0,3%

Inflasi Juni Diperkirakan Naik ke 0,3%

- detikFinance
Senin, 29 Jun 2009 13:40 WIB
Inflasi Juni Diperkirakan Naik ke 0,3%
Jakarta - Inflasi Juni 2009 diperkirakan akan naik ke level 0,3 persen dari posisi Mei 2009 yang sebesar 0,04 persen. Kenaikan inflasi ini didorong kegiatan kampanye pemilu presiden.

Hal ini disampaikan Ekonom INDEF, Aviliani di sela-sela Dialog Divestasi Perusahaan Tambang di Gedung Ditjen Minerbapabum, Jalan DR Soepomo Jakarta, Senin, (29/6/2009).

"Saya rasa 0,3 persen didorongnya oleh kegiatan kampanye Pilpres karena capres ini kan mulai banyak mengeluarkan dana juga," ungkap Aviliani.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Selain kegiatan politik, kenaikan inflasi juga dipicu oleh kenaikan harga BBM non subsidi akhir-akhir ini. "BBM non subsidi kan sudah mulai naik jadi itu mempengaruhi," ungkapnya.

Tren kenaikan inflasi diperkirakan akan terus berlangsung hingga Juli 2009. Masa liburan sekolah membuat jumlah uang yang dibelanjakan semakin banyak hingga mempengaruhi permintaan.

"Bisa sama dengan Juni atau lebih tinggi menjadi 0,4 persen karena adanya  musim liburan sekolah sehingga kegiatan rekreasi meningkat dan juga daftar  anak sekolah," ungkapnya.

BI Rate Bertahan di 7 persen

Sedangkan untuk BI Rate, Aviliani menganggap BI seharusnya mempertahankan BI Rate di level 7 persen, meskipun sesungguhnya masih ada peluang untuk penurunan.

"BI Rate harusnya bisa turun, namun kelihatannya  BI akan tetap mempertahankannya di posisi 7 persen," kata Aviliani.

Menurut Aviliani, hal ini disebabkan adanya kenaikan harga BBM non subsidi dan juga adanya indikasi dana asing mulai keluar dari Indonesia.

"Uang asing sekarang banyak yang keluar,  jadi BI rate ini dipertahankan karena untuk menahan karena takutnya ada gejolak pada saat pilpres. Selain itu, BI juga melihat adanya  kenaikan harga BBM non subsidi," paparnya.

Jika diperhitungkan hingga akhir tahun, BI Rate diperkirakan masih akan bertahan di level 6,5 persen. "Bisa sampai 6,5 persen sampai akhir tahun," tandasnya.

(epi/lih)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads