Hal ini disampaikan Ekonom INDEF, Aviliani di sela-sela Dialog Divestasi Perusahaan Tambang di Gedung Ditjen Minerbapabum, Jalan DR Soepomo Jakarta, Senin, (29/6/2009).
"Saya rasa 0,3 persen didorongnya oleh kegiatan kampanye Pilpres karena capres ini kan mulai banyak mengeluarkan dana juga," ungkap Aviliani.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tren kenaikan inflasi diperkirakan akan terus berlangsung hingga Juli 2009. Masa liburan sekolah membuat jumlah uang yang dibelanjakan semakin banyak hingga mempengaruhi permintaan.
"Bisa sama dengan Juni atau lebih tinggi menjadi 0,4 persen karena adanya musim liburan sekolah sehingga kegiatan rekreasi meningkat dan juga daftar anak sekolah," ungkapnya.
BI Rate Bertahan di 7 persen
Sedangkan untuk BI Rate, Aviliani menganggap BI seharusnya mempertahankan BI Rate di level 7 persen, meskipun sesungguhnya masih ada peluang untuk penurunan.
"BI Rate harusnya bisa turun, namun kelihatannya BI akan tetap mempertahankannya di posisi 7 persen," kata Aviliani.
Menurut Aviliani, hal ini disebabkan adanya kenaikan harga BBM non subsidi dan juga adanya indikasi dana asing mulai keluar dari Indonesia.
"Uang asing sekarang banyak yang keluar, jadi BI rate ini dipertahankan karena untuk menahan karena takutnya ada gejolak pada saat pilpres. Selain itu, BI juga melihat adanya kenaikan harga BBM non subsidi," paparnya.
Jika diperhitungkan hingga akhir tahun, BI Rate diperkirakan masih akan bertahan di level 6,5 persen. "Bisa sampai 6,5 persen sampai akhir tahun," tandasnya.
(epi/lih)











































