Namun jika dihitung berdasarkan jumlah kontrak distribusi gula sebesar 681.000 ton di tahun 2009 jumlah distribusi gula oleh Bulog relatif lebih kecil.
"Sebanyak 72% yang telah disalurkan dari jumlah gula yang diproduksi," kata Direktur Perum Bulog Mustafa Abubakar dalam acara konferensi pers di Kantornya, Rabu (1/7/2009).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pada akhir tahun lalu Bulog mulai melakukan distribusi gula sebanyak kurang lebih 260.000 ton yang memiliki dampak positif di tingkat produsen yaitu mampu mengembalikan harga jual gula produsen dari kisaran Rp 4800-4900 menjadi diatas Rp 5000 per kg.
Kerjasama ini merupakan kelanjutan antara Bulog dengan produsen gula PTPN II, VII, IX, 1X, XI, XIV dan RNI.
Mengenai harga gula saat ini, kata Mustafa, mulai mengalami penurunan tapi masih melandai alias tidak mengalami penurunan yang drastis karena untuk bisa menstabilkan harga gula di pasar dalam negeri membutuhkan kerja keras.
Selain itu harga gula internasional masih tinggi, dengan perhitungan Bulog, diperkirakan dengan kondisi sekarang ini justru harga gula impor lebih tinggi yaitu bisa mencapai Rp 8000-8400 per kg setelah sampai di dalam negeri.
"Pemerintah mengharapkan harga gula di konsumen itu Rp 7000-7500 per kg, meski tidak di SK kan, sekarang ini Rp 8000 per Kg," imbuhnya.
(hen/qom)











































