Presiden Baru Pasti Naikkan Harga BBM

Presiden Baru Pasti Naikkan Harga BBM

- detikFinance
Rabu, 01 Jul 2009 18:39 WIB
Presiden Baru Pasti Naikkan Harga BBM
Jakarta - Meski harga minyak dunia terus menanjak, pemerintah sekarang dinilai tidak akan berani menaikkan harga BBM bersubsidi sebelum pemilihan presiden pada 8 Juli 2009. Kalaupun kondisi makin mendesak, kenaikan harga BBM diperkirakan baru terjadi setelah pemerintah baru menjabat.

Demikian disampaikan ekonom Aviliani saat ditemui detikcom, di Gedung DPR, Jakarta, Rabu (1/7/2009).

"November-Januari mungkin naiknya," katanya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Baginya, Presiden SBY yang kini menjabat hampir tidak mungkin berani menaikkan harga BBM sebelum pilpress, sekalipun harga minyak dunia mengalami kenaikkan.

"Incumbent tidak akan berani menaikkan BBM. Karena itu sangat krusial bagi pemilihan," katanya.

Namun di sisi lain, kenaikan harga BBM bisa jadi sangat penting untuk menjaga ketahanan APBN. Jika harga minyak mentah terus naik namun harga BBM dalam negeri tidak berubah, artinya subsidi BBM akan semakin membengkak. Akibatnya, defisit APBN bertambah dan kebutuhan utang bisa makin banyak.

"Ini akan bengkak subsidinya. Tahun depan mau tidak mau (harga BBM) harus naik," katanya.

Aviliani mengaku ia termasuk yang tak setuju terhadap keputusan pemerintah yang menurunkan harga BBM tiga kali berturut-turut setelah dinaikkan sebelumnya. Andai saja harga BBM tidak buru-buru diturunkan, maka pemerintah tak perlu khawatir jika menghadapi kenaikan harga minyak.

(lih/qom)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads