Bandara Soetta & Halim Ditutup hingga 18.00 WIB!

Bandara Soetta & Halim Ditutup hingga 18.00 WIB!

Herdi Alif Al Hikam - detikFinance
Senin, 07 Sep 2026 09:23 WIB
Calon penumpang melihat layar informasi penerbangan di Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta, Minggu (6/9/2026). Bandara Halim Perdanakusuma menutup sementara aktivitas penerbangan akibat adanya sebaran abu vulkanik dari Gunung Anak Krakatau. ANTARA F
Calon penumpang melihat layar informasi penerbangan di Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta, Minggu (6/9/2026)/Foto: ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A
Jakarta -

Bandara Soekarno-Hatta dan Bandara Halim Perdanakusuma lanjut ditutup hingga pukul 18.00 WIB. Penutupan diperpanjang setelah diperpanjang dari tengah malam hingga pukul 09.00 WIB hari ini.

AirNav Indonesia kembali memperbarui informasi aeronautika terkait dampak sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau terhadap operasional penerbangan. Pembaruan dilakukan secara dinamis dengan mempertimbangkan perkembangan kondisi ruang udara dan aspek keselamatan penerbangan.

Dalam keterangan resmi AirNav, Senin (7/9/2026), pembaruan Notice to Airmen (NOTAM) diterbitkan berupa periode penutupan sementara Bandar Udara Internasional Soekarno-Hatta (WIII) dan Bandar Udara Halim Perdanakusuma (WIHH) diperpanjang hingga estimasi pukul 18.00 WIB pada 7 September 2026.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Rinciannya, ada dua NOTAM yang dirilis. Pertama, untuk Bandara Internasional Soekarno-Hatta (CGK), status CLOSED, berdasarkan NOTAM A3373/26 NOTAMR A3368/26, mulai pukul 08.28 WIB hingga estimasi pukul 18.00 WIB pada 7 September 2026.

ADVERTISEMENT

Kedua, untuk Bandara Halim Perdanakusuma (HLP), status CLOSED, berdasarkan NOTAM A3372/26 NOTAMR A3369/26, mulai pukul 08.16 WIB hingga estimasi pukul 18.00 WIB pada 7 September 2026.

Penyesuaian periode penutupan tersebut merupakan langkah mitigasi untuk mendukung keselamatan penerbangan, dengan mempertimbangkan kondisi sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau.

"AirNav Indonesia terus melakukan pemantauan terhadap perkembangan kondisi ruang udara dan sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau. Informasi aeronautika akan terus diperbarui sesuai perkembangan kondisi aktual dan informasi keselamatan penerbangan," tulis AirNav dalam keterangannya.

AirNav Indonesia juga terus berkoordinasi dengan pemangku kepentingan penerbangan untuk memastikan informasi mengenai kondisi ruang udara dan pelayanan navigasi penerbangan tersampaikan secara tepat waktu.

Saksikan Live DetikPagi :

(hal/ara)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads