APBN Masih Aman Hingga ICP US$ 65 per Barel

APBN Masih Aman Hingga ICP US$ 65 per Barel

- detikFinance
Kamis, 02 Jul 2009 10:47 WIB
APBN Masih Aman Hingga ICP US$ 65 per Barel
Jakarta - APBN diperkirakan masih bisa bertahan selama rata-rata ICP (Indonesian Crude Price) berada di bawah US$ 65 per barel. Hingga 27 Juni 2009, rata-rata ICP diperkirakan masih berada di level US$ 59 per barel.

Demikian disampaikan Direktur Eksekutif ReforMiner Insititute Pri Agung Rakhmanto ketika dihubungi detikFinance, Kamis (2/7/2009).

"Selama rata-rata ICP masih di bawah US$ 65 per barel, APBN masih aman karena tambahan penerimaan migas masih lebih besar daripada tambahan subsidi yang diperlukan," katanya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Karena itu, meski sekarang harga minyak dunia terus naik hingga menembus US$ 70 per barel, pemerintah dinilai belum perlu menaikkan harga BBM bersubsidi. Apalagi dalam kondisi menjelang pemilihan presiden seperti sekarang, pemerintah yang masih menjabat hampir dipastikan tidak akan menaikkan harga BBM, setidaknya sampai masa pemerintahannya berakhir pada Oktober 2009.

"BBM bersubsidi hampir pasti tidak akan naiklah sampai dengan Oktober nanti. Di samping secara politis akan menurunkan citra SBY, secara hitungan matematis APBN saat ini juga relatif masih aman kok," katanya

Ia menambahkan, harga keekonomian premium saat ini diperkirakan mencapai Rp 5.600-5.800 per liter. Artinya, pemerintah mensubsidi sekitar Rp 1.100-1.300 per liter.

Sementara harga keekonomian solar mencapai Rp 6.000-6.300 per liter sehingga subsidi yang harus dikeluarkan pemerintah mencapai Rp 1.500-1.800 per liter.

Dalam laporannya terakhir ke DPR, pemerintah mengakui subsidi BBM membengkak seiring membesarnya disparitas harga minyak dunia dan harga BBM dalam negeri. Namun kenaikan subsidi ini terbantu dari surplus penjualan premium pada Desember 2008 hingga awal 2009.
(lih/qom)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads