Menurut Menteri Negara Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Sofyan Djalil, saat ini pemerintah masih akan menunggu kinerja perusahaan operator jalan tol milik pemerintah itu selaku operator sementara Suramadu selama satu tahun ke depan.
"Kita lihat apakah pengelolaan Jasa Marga cukup memuaskan atau tidak. Apakah pengelolaannya cukup memadai enggak, kalau itu bagus kenapa tidak dilanjutkan. Oleh sebab itu masih ada satu tahun," katanya.
Sofyan mengatakan, sebelumnya BUMN tersebut memenangi tender pengelolaan Suramadu karena tidak ada pihak lain yang bisa memberikan penawaran yang lebih baik dari Jasa Marga.
"Jadi bukan monopoli. Saya pikir wajar saja Jasa Marga menang karena pengalaman mengelola jalan tol lebih dari 30 tahun," imbuhnya.
Setelah satu tahun berjalan, pemerintah akan melakukan evaluasi dan menentukan operator jembatan tersebut yang selanjutnya. Namun, pemerintah belum memutuskan berapa lama operator baru tersebut akan mengelola Suramadu.
"Kalau kinerja Jasa Marga bagus, teruskan saja. Apalagi kan dia BUMN. Yang penting kerjanya bagus, harganya cukup kompetitif. Karena yang paling mengetahui pengelolaan jalan tol kan Jasa Marga," jelasnya.
(ang/dnl)











































