Evita menjelaskan setelah ia mengkonfirmasi operator lapangan tersebut, BP Indonesia, ternyata pengiriman baru akan dilakukan paling lambat besok malam.
"Belum berangkat karena inikan perdana jadi pengisiannya harus hati-hati," ujar Evita di Gedung Departemen ESDM, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta, Jumat (3/7/2009).
Evita menjelaskan biasanya untuk pengisian LNG ke kapal seharusnya selesai 12 jam, namun karena kilangnya masih baru jadi pengisiannya dilakukan secara perlahan. Adapun pengisian tersebut dimulai pada hari Minggu (28/6/2009).
"Sangat pelan pengisiannya. Besok malam paling cepat kapalnya berangkat ke Korea Selatan," jelas Evita.
Evita menyatakan pengiriman satu kargo tersebut kepada perusahaan asal Korea Selatan, POSCO. "Jika untuk full capacity 140 ribu meter kubik tapi sekarang baru berani diisi 136 ribu meter kubik," tandasnya.
Seperti diketahui, proyek tangguh memiliki kontrak jangka panjang untuk memasok 2,6 juta ton LNG per tahun ke terminal regasifikasi Fujian di Cina, 1,15 juta ton per tahun kepada K-Power dan POSCO di Korea Selatan, dan kontrak fleksibel untuk memasok hingga 3,7 juta ton per tahun ke terminal regasifikasi LNG Sempra di Baja California, Meksiko.
(epi/dnl)










































