Demikian hal itu dikemukakan Sekretaris Kementerian Negara BUMN M Said Didu di kantornya, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta, Selasa (7/7/2009).
"Kemungkinan besar hanya untuk BUMN tertutup," katanya.
Hal itu dilakukan agar saham publik di dalam tubuh BUMN terbuka tidak terdilusi dengan masuknya PMN tersebut.
Menurutnya, perusahaan plat merah terbuka yang memiliki RDI/SLA hanya PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (Telkom) dan anak usaha PT Semen Gresik Tbk, yaitu PT Semen Tonasa.
"Mereka kan tidak akan pakai PMN, punya cara sendiri," ungkapnya.
Ia menambahkan, rencana pengalihan tersebut saat ini masih dalam tahap meminta persetujuan dari Departemen Keuangan.
(ang/lih)










































