Demikian laporan pertemuan Konferensi Tingkat Tinggi G-8, L'Aquila, 8-10 Juli 2009: Indonesia Dorong Penyelesaian Segera Putaran Doha WTO dan Kesepakatan Memerangi Perubahan Iklim di Kopenhagen yang dirilis Departemen Perdagangan, Jumat (10/7/2009).
"Laporan WTO terakhir (1/7/2009) telah mengambarkan resiko pertumbuhan perdagangan dalam iklim melambatnya perekonomian global sehingga prediksi pertumbuhan volume perdagangan dunia di revisi dari kontraksi 9% menjadi kontraksi 10%," ujar rilis tersebut.
Dilaporkan pula sejak Maret 2009 dan setelah pertemuan G-20 yang lalu, telah terjadi peningkatan penggunaan kebijakan yang menyebabkan restriksi dan berpengaruh kepada arus perdagangan walaupun semua kebijakan tetap konsisten dengan peraturan WTO.
Hal tersebut mengkhawatirkan dan perlu disikapi dengan menegaskan kembali komitmen untuk menjaga iklim perdagangan dan investasi sehingga tidak menghambat proses pemulihan. Dan juga pentingnya menyelesaikan negosiasi putaran Doha karena hal
tersebut akan menambah disiplin terhadap penggunaan instrumen dan kebijakan yang merugikan arus perdagangan, terutama terhadap akses pasar negara sedang berkembang.
Indonesia berharap bahwa akan muncul komitmen yang lebih jelas untuk melanjutkan proses negosiasi sehingga putaran Doha dapat diselesaikan pada 2010. Kepala negara dari G-8+5+3 yang mencakup negara-negara utama diharapkan dapat mendorong proses re-engagement supaya dapat dilaporkan suatu progress pada pertemuan G-20 di Pittsburg, September mendatang sehingga pada akhir tahun, dasar untuk melakukan negosiasi sudah dapat disepakati dan negosiasi dapat diselesaikan tahun depan.
Hal yang paling krusial adalah sinyal dari Amerika Serikat bahwa mereka sudah siap melakukan proses kembali dan dengan dasar yang telah dibangun selama ini (tidak mencoba hal-hal yang baru).
(dnl/qom)











































