Menurut pengamat ekonomi Tony Prasetyantono, Sri Mulyani adalah pilihan yang paling masuk akal untuk menjadi Menteri Keuangan selama 5 tahun mendatang.
"Saya pikir itu masuk akal. Sejak awal saya merasa Bu Sri Mulyani masih sangat diperlukan sebagai Menkeu," katanya ketika dihubungi detikFinance, Senin (13/7/2009).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Namun bagi Tony, sosok Darmin belum terlalu pas untuk menjadi Gubernur Bank Indonesia. Dari sekian banyak persyaratan yang dibutuhkan, Darmin dinilai baru memenuhi sebagian.
"Untuk Gubernur BI, sebenarnya pak Darmin tidak terlalu pas, karena beliau masih baru di BI dan memang selama ini beliau kurang berkecimpung di moneter atau perbankan. Beliau lebih banyak di fiskal dan sektor finansial non-bank," katanya.
Menurut Tony, sosok lain yang dianggapnya cocok menjadi Gubernur di bank sentral adalah Hartadi A Sarwono yang kini menjabat sebagai deputi Deputi Gubernur BI. Hartadi dianggap lebih menguasai topik moneter meskipun ada sisi lain dimana Darmin lebih unggul.
"Hartadi Sarwono lebih cocok karena lebih menguasai topik moneter. Biar pak Darmin fokus mengurusi governance BI yang sedang bermasalah setelah kasus dana Rp 100 miliar. Namun dari sisi senioritas, pak Darmin lebih unggul daripada Hartadi. Jadi dari sisi ini, pak Darmin cocok. Apalagi dia sudah biasa berkoordinasi dengan Sri Mulyani," katanya.
"Kesimpulannya, saya mendukung Sri Mulyani tetap Menkeu, namun Gubernur BI masih seimbang antara Darmin dan Hartadi," kata Tony.
Bagaimana dengan pilihan Anda? (lih/qom)










































