"Telah terjadi shifting industri dari yang padat tenaga kerja dan SDA menjadi industri padat modal dan teknologi," jelas Sekjen Departemen Perindustrian Agus Tjahajana di Hotel Le Meridien, Jakarta, Selasa (14/7/2009).
Agus mencontohkan untuk pertumbuhan industri makanan dan minuman menurun dalam 10 tahun terakhir dari 33 persen menjadi 29 persen. Sementara itu untuk industri elektronik dan alat angkut meningkat dalam 10 tahun yaitu dari pertumbuhan 20 persen menjadi 29 persen.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sementara Menteri Negara Perencanaan Pembangunan Nasional, Paskah Suzetta menambahkan, pertumbuhan industri pengolahan (manufaktur) terus mengalami penurunan. Pada tahun 2005, pertumbuhan industri pengolahan mencapai 4,62 persen per tahun, tapi di tahun 2008 menurun menjadi 3,66 persen.
"Meski turun namun kontribusinya terhadap PDB sebesar 23 persen dengan penyerapan tenaga kerja 12 juta orang," ungkapnya.
Paskah mengharapkan pada masa mendatang peranan Industri pengolahan harus ditingkatkan. "Untuk itu, daya saing industri perlu terus ditingkatkan," pungkasnya.
(epi/qom)










































