"Harusnya selama-selamanya mungkin ditunda, tapi kalau perlu jangan," kata Wakil Ketua Umum Kadin Rachmat Gobel saat ditemui di kantor Departemen Perindustrian, Kamis (16/7/2009).
Rachmat mengatakan krisis global yang terjadi saat ini memberi hikmah bagi industri dalam negeri, karena perdagangan bebas yang sejatinya diterapkan tahun 2010 menjadi mundur karena ada krisis. Dimana masing-masing negara anggota WTO mengurusi kepentingan negaranya masing-masing.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Masalah pembenahan industri, kata dia, sangat penting karena pada masa krisis Asia tahun 1998 tidak sedikit industri lokal yang mengalami kesulitan, bahkan banyak yang mati dan kolaps. Sehingga kondisi saat ini waktu yang sangat tepat untuk membenahi industri dalam negeri dalam rangka persiapan persaingan global di masa yang akan datang.
"Jadi Kadin mengupayakan revitalisasi untuk mendorong industri," jelasnya.
Untuk itu dalam roadmap Kadin tahun 2030, Kadin tetap berkomitmen membangun industri, sebagai kekuatan utama ekonomi, karena Indonesia negara besar yang memiliki kekayaan alam yang berpeluang untuk ditingkatkan nilai tambahnya dan didukung oleh sumber daya manusia yang besar.
"Sayang kalau kita hanya ekspor bahan baku," ucapnya.
Seperti diketahui putaran Doha telah dirundingkan sejak tahun 2005 lalu, yang intinya mencari format kesepakatan liberalisasi perdagangan khususnya untuk produk pertanian dan non-pertanian bagi anggota negara-negara WTO termasuk berkembang dan negara maju.
(hen/qom)











































