“Pengeboman merupakan tindakan pengecut sebab telah mencabut nyawa orang tidak berdosa,” ujar Ketua Umum HIPMI Erwin Aksa dalam siaran pers yang diterima detikFinance, Sabtu (18/7/2009).
MEnurutnya, HIPMI turut berbelasungkawa sedalam-dalamnya atas meninggalnya banyak warga negara Indonesia maupun warga negara asing. HIPMI menilai pengeboman itu merupakan perbuatan orang-orang tidak beragama serta melanggar nilai-nilai kemanusiaan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
“Peristiwa ini sangat disayangkan terjadi. Padahal stabilitas keamanan dan politik kita sudah terjamin selama ini. Untuk itu kami mendukung pemerintah untuk menjamin menyelesaikan secara hukum,” tambahnya.
Ia juga mengatakan, pihaknya menilai pengeboman ini merupakan upaya untuk merusak citra Indonesia di dunia internasional yang selama ini sudah membaik.
“Dalam lima tahun terakhir pemerintah sudah menjaga stabilitas keamanan, politik, dan perekonomian, sangat disayangkan bila ledakan bom ini kemudian membuat perekonomian kita mencapai anti klimaks,” ucapnya.
Untuk itu, HIPMI mendukung langka pemerintah untuk mengambil langkah-langkah penting dalam bidang perekonomian agar dampak peristiwa itu dapat diredam. Kepercayaan investor harus tetap dijaga serta pemerintah akan berupaya keras agar kejadian serupa tidak terulang.
HIPMI juga mengimbau agar semua elemen politik dan masyarakat bersatu bersama pemerintah untuk melawan aksi terorisme.
“Kepentingan bangsa adalah di atas segala-galanya. Mari kita bersatu sebab aksi pengeboman ini adalah musuh bersama,” tandasnya.
(ang/qom)











































