Hal ini diungkapkan oleh Menteri Keuangan sekaligus Menko Perekonomian Sri Mulyani dalam The 4th Indonesia International Automotive Conference di JIEXPO Indonesia, Kemayoran, Jakarta, Kamis (23/7/2009).
Menurut Sri Mulyani, penurunan pertumbuhan ekonomi di kuartal II-2009 terjadi karena adanya penurunan pertumbuhan di beberapa sektor ekonomi. Misalnya sektor pertanian yang pada kuartal I-2009 tumbuh 4,9% menurun menjadi 4% di kuartal II-2009. Kemudian sektor pertambangan pada kuartal II-2009 pertumbuhannya juga menurun menjadi hanya 0,4% dari 2,2% di kuartal I-2009.
"Begitupun dengan sektor transportasi dan komunikasi pertumbuhannya turun dari 16,7% di kuartal I-2009 menjadi 10,7% di Kuartal II-2009," ujar Sri Mulyani.
Sektor-sektor lainnya yang mengalami peningkatan pertumbuhan di kuartal II-2009 adalah sektor manufaktur dari 1,6 % di kuartal I-2009, menjadi 1,9% pada kuartal II-2009. Begitupun dengan sektor keuangan yang menjadi 6,4% di kuartal II-2009 dari 6,3% pada kuartal I-2009.
"Sektor perdagangan, hotel, dan restoran tumbuh dari 0,6% di kuartal I-2009 menjadi 2% di kuartal II-2009."
Sri Mulyani menjelaskan pertumbuhan ekspor hingga kuartal II-2009 masih minus 14,4% dan untuk impor juga masih minus 20,4%. Namun masih lebih baik dibandingkan kondisi kuartal I-2009, dimana pertumbuhan eskpor minus 19,1% dan impor minus 24,1%.
"Dengan begitu pertumbuhan ekonomi Januari-Juni (semester I) 2009 yaitu 4,4%, inflasi 3,65%, SBI dalam 3 bulan 8,53% dan nilai tukar rupiah Rp 11.082/US$," papar Sri Mulyani.
(epi/dnl)











































