Meski belum menjelaskan secara rinci jenis insentif apa, nampaknya saat ini pemerintah tengah serius untuk mempertimbangkan pemberian insentif tersebut.
"Kita akan lihat, nanti akan ada proses untuk melakukan evaluasi," kata Sri Mulyani disela-sela acara IIMS ke-17 di Jakarta, Jumat (24/7/2009).
Dikatakannya seiring dengan isu pemanasan global (climate change) kebutuhan mobil ramah lingkungan termasuk hybrid sangat mendesak sehingga memberi peluang bagi produsen mobil untuk mengembangkan teknologi produk dan jenis bahan bakarnya.
"Ini dorongan suatu yang positif untuk inovasi produknya atau penggunaan fuelnya," ujarnya.
Dalam kunjungan ke berbagai stand di arena IIMS, Sri Mulyani sempat menumpangi mobil hybrid Prius Toyota, yang dikendarai oleh salah satu petinggi Toyota Astra Motor. Ia nampak terlihat tertarik dengan banyak melontarkan pertanyaan.
Sementara itu Dirjen Industri Alat Transportasi dan Telematika Departemen Perindustrian Budi Darmadi mengatakan mengenai insentif mobil ramah lingkungan seperti hybrid, pemberian insentif akan sangat tergantung komitmen produsen menanamkan investasi produksi mobil hybrid di tanah air.
Selain itu, jika memang nanti pemerintah akan memberikan insentif bagi produk hybrid, maka perlu ada waktu yang tepat antara kesiapan produsen dan pemerintah.
"Jadi perlu timing, karena itu bagian dari seni," ucapnya.
(hen/lih)










































