Konsorsium pengelola gas Senoro yang terdiri dari Pertamina, Medco dan Mitsubishi pun kini mengaku hanya bisa pasrah.
"Kita berdoa saja karena belum ada keputusannya," kata Dirut Pertamina Karen Agustiawan di sela-sela acara cinta produk Indonesia di Gedung Kementerian BUMN, Jakarta, Senin (27/7/2009).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kalau pembeli terserah mereka dapetin yang murah. Ya silakan saja, itu kan sekarang buyer market, bukan sales market," tambahnya.
Namun di lain pihak, Karen juga menuturkan pihaknya masih berusaha untuk mencari alternatif pembeli lain yang berniat membeli gas Senoro. Calon pembeli yang sedang didekati masih berasal dari wilayah Asia.
"Kita saat ini sedang cari buyer lain. Saat ini masih di Asia. Kurang dari tiga (pembeli). Harganya sama," ujarnya.
Seperti diketahui, proyek gas Senoro hingga kini masih terkatung-katung. Rencana semula yang akan mengekspor gas Senoro ke pembeli di Jepang tersandung instruksi Wapres Jusuf Kalla agar semua potensi gas yang ada dipasok ke pasar domestik.
Padahal konsorsium pengembang proyek gas Senoro sudah menyepakati HoA dengan pembeli di Jepang, yaitu Chubu Electric Power dan Kansai Electric Power.
(lih/qom)










































