Postur RAPBN 2010

Postur RAPBN 2010

- detikFinance
Senin, 03 Agu 2009 11:52 WIB
Postur RAPBN 2010
Jakarta - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono telah menyampaikan Nota Keuangan beserta RAPBN 2010 yang diajukan pemerintah kepada DPR. SBY mengatakan RAPBN 2010 diarahkan untuk mencapai sasaran-sasaran prioritas pembangunan.

Asumsi makro pada RAPBN 2010 adalah sebagai berikut:
  • Pertumbuhan ekonomi 5%
  • Tingkat inflasi 5%
  • Nilai tukar rupiah rata-rata Rp 10.000/US$
  • Suku bunga SBI 3 bulan rata-rata 6,5%
  • Harga minyak mentah Indonesia (ICP) US$ 60 per barel
  • Lifting minyak 965 ribu barel per hari.

"Dalam suasana ekonomi dunia yang masih belum stabil, risiko terjadinya perubahan berbagai asumsi makro pada tahun 2010 tetap harus kita antisipasi, dengan menyiapkan berbagai kontijensi," ujarnya dalam dalam dalam rapat Paripurna Luar Biasa Nota Keuangan 2010 di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Senin (3/8/2009).

Untuk pendapatan dan hibah negara pada RAPBN 2010 ditargetkan sebesar Rp 911,5 triliun atau meningkat Rp 38,8 triliun dibandingkan RAPNB-P 2009. Dari rencana pendapatan negara dan hibah yang ditargetkan mencapai Rp911,5 triliun dalam tahun 2010,  penerimaan perpajakan direncanakan mencapai Rp729,2 triliun, sedangkan Pendapatan Negara Bukan Pajak (PNBP) diperkirakan mencapai Rp180,9 triliun.

Anggaran belanja negara di 2010 juga ditargetkan mencapai Rp 1.009,5 triliun atau meningkat Rp 3,8 triliun dibandingkan RAPBN-P 2009. Sehingga defisit anggaran di 2010 mencapai Rp 98 triliun atau 1,6% dari PDB.

Pada RAPBN 2010 alokasi anggaran belanja pemerintah pusat tahun 2010 sebesar Rp699,7 triliun, anggaran belanja yang direncanakan untuk seluruh Kementerian Negara/Lembaga mencapai Rp327,6 triliun, atau naik sebesar Rp10,6 triliun dibandingkan dengan perkiraan realisasinya di tahun 2009. Kenaikan anggaran belanja Kementerian Negara/Lembaga tersebut terutama untuk mendukung pencapaian sasaran-sasaran yang direncanakan dalam RKP 2010. 

Pada RAPBN 2010 ada 7 Kementerian/Lembaga yang mendapatkan jatah anggaran besar, yaitu:
  1. Departemen Pendidikan Nasional sebesar Rp51,8 triliun
  2. Departemen Pertahanan sebesar Rp40,7 triliun
  3. Departemen Pekerjaan Umum sebesar Rp34,3 triliun
  4. Departemen Agama sebesar Rp26,0 triliun
  5. Kepolisian Negara Republik Indonesia sebesar Rp25,8 triliun
  6. Departemen Kesehatan sebesar Rp20,8 triliun
  7. Departemen Perhubungan sebesar Rp16,0 triliun

Di samping untuk belanja kementerian negara/lembaga, prioritas alokasi anggaran dalam tahun 2010 juga direncanakan untuk belanja pegawai, subsidi, pembayaran bunga utang, dan belanja barang. Dalam RAPBN tahun 2010, alokasi anggaran belanja pegawai direncanakan mencapai Rp161,7 triliun atau naik sekitar Rp28,0 triliun (21,0%) dari perkiraan realisasinya dalam tahun 2009.  

Sementara itu, alokasi anggaran untuk subsidi dalam tahun 2010 direncanakan mencapai Rp144,4 triliun. Jumlah ini adalah 14,3% dari total APBN kita.

Dalam rangka mendukung pelaksanaan desentralisasi fiskal, dalam tahun 2010 mendatang, alokasi anggaran transfer ke daerah direncanakan mencapai Rp309,8 triliun  meningkat lebih dari dua kali lipat, dari Rp 150,5 triliun pada tahun 2005, menjadi Rp 309,8 triliun pada RAPBN tahun 2010 atau meningkat rata-rata sebesar 19,8% per tahun.Dari jumlah tersebut, alokasi dana perimbangan direncanakan mencapai Rp293,0 triliun, atau naik Rp 7,7 triliun. Kenaikan terbesar dari dana perimbangan dalam tahun 2010 tersebut berasal dari rencana realokasi tunjangan profesi yang dialokasikan sebagai DAU tambahan, untuk tunjangan profesi guru sebesar Rp8,9 triliun.

Sementara itu untuk pembiayaan defisit yang sebesar Rp 98 triliun atau 1,6% dari PDB, pemerintah merencanakan untuk menggunakan sumber-sumber pembiayaan dalam negeri sekitar Rp 107,9 triliun, dan pembiayaan luar negeri neto diperkirakan sebesar negatif Rp 9,9 triliun.
(dnl/qom)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads