"Sebelum akhir Agustus," ujar Kepala BP Migas R Priyono di sela-sela Pembukaan Asia Pacific Oil and Gas (APOGCE) 2009 di Jakarta Convention Centre (JCC), Selasa (4/8/2009).
Priyono menjelaskan saat ini pihaknya tengah mengkaji opsi-opsi pengembangan proyek yang berada di Laut Timor tersebut.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pada kesempatan yang sama, Menteri ESDM Purnomo menjelaskan, sambil menunggu keputusan pengembangan di sisi hilir (down stream), Inpex Corporation sebagai operator lapangan tersebut diminta tetap untuk mengembangkan sisi hulunya (up stream).
"Jadi bagaimana kita mengkaji apakah dia akan onshore atau offshore, tapi upstreamnya tetap jalan. Jadi paralel," ungkap Purnomo.
Purnomo menjelaskan untuk sisi down stream, ada tiga opsi yang sedang dikaji. Opsi pertama adalah gas tersebut dikirim ke Saumlaki dengan menggunakan pipa. Opsi kedua membangun kilang LNG terapung dan opsi ketiga mengirimkan gas ke Darwin.
"Tapi opsi terakhir ini belum merupakan agenda kita. Jadi yang paling mungkin yang dua ini," ungkap Purnomo.
Sementara itu, Dirjen Migas Evita Herawati Legowo, rencananya akhir minggu ini pemerintah akan membahas hasil kajian dari opsi-opsi tersebut. "Akhir minggu ini mau rapat hasil survei," tandas Evita.
(epi/lih)











































