Pemimpin Delegasi Industri India Rajive Kaul yang juga perwakilan dari Nicco Corporation mengatakan banyak pengusaha di India yang berminat di berbagai bidang usaha seperti informasi teknologi (IT), Energi Pembangkit, Mesin Tekstil, dan lain-lain.
Sekarang ini kata dia investasi India di Indonesia sudah masuk ke beberapa bidang seperti otomotif, tekstil, batubara, eksplorasi minyak bumi, dan baja.
"Misalnya Lakhsmi Machine Tools Work, perusahan besar tekstil merek perlu datang ke sini ," katanya usai bertemu dengan Menteri Perindustrian Fahmi Idris di Jakarta, Kamis (6/8/2009).
Ia mengatakan regulasi di Indonesia mengenai investasi sudah cukup baik dan kondusif. Kondisi ini, kata dia justru menjadi investasi jangka panjang.
"Tidak perlu insentif, kebijakan di Indonesia sudah bagus dan cocok, kami gembira," katanya.
Investasi India di Indonesia menunjukan positif, misalnya perusahaan sepeda motor TVS dengan nilai investasi sebesar US$ 5 juta, akan ditingkatkan menjadi US$ 10 juta pada tahun 2009 ini.
Beberapa perusahaan lainnya yang telah menyatakan minatnya berinvestasi di Indonesia antara lain Bajaj Auto Limited, Relliance Industry dan National Alumunium Company.
(hen/dnl)










































