Hal ini disampaikan oleh Kepala Ekonom BNI Tony Prasetiantono kepada detikFinance , Sabtu (8/8/2009).
"Jadi, pertumbuhan kita melambat karena kurangnya greget sektor pemerintah. Saya pikir akan terjadi perlambatan, pertumbuhan ekonomi menjadi 4%," tuturnya.
Dikatakan Tony, demand terhadap barang dan jasa di kuartal II-2009 sedikit menurun dibandingkan kuartal I, karena lambatnya pemerintah menggelontorkan stimulus.
"Ini beda dengan China, pertumbuhan kuartal II justru naik menjadi 7,9% dari sebelumnya kuartal I sebesar 6,1%, yang disebabkan oleh efektivitas stimulus fiskal," imbuhnya.
Tony mengharapkan pada kuartal III-2009 belanja pemerintah akan naik, ditambah dengan pencairan stimulus fiskal sehingga pertumbuhan ekonomi akan terdorong.
Kemudian, tren penurunan suku bunga kredit perbankan pada kuartal III-2009 juga akan menggerakkan sektor riil. "Investasi naik karena bunga mulai turun dan confidence meningkat akibat ekspektasi cukup tinggi terhadap periode kedua pemerintahan SBY," katanya.
(dnl/dnl)











































