Ekonom Bank Danamon Helmi Arman menjelaskan, pertumbuhan PDB Indonesia secara quarter to quarter (q to q ) memang akan membaik pada kuartal II ini.
"Namun sehubungan dengan efek tingginya basis, kami masih melihat penurunan pertumbuhan ekonomi secara year on year menjadi 3,52% pada kuartal II dari 4,37% pada kuartal I-2009," jelas Helmi dalam review -nya, Senin (10/8/2009).
BPS sebelumnya mencatat pertumbuhan ekonomi kuartal I-2009 sebesar 4,4%. Meski menurun jika dibandingkan PDB tahun 2008 yang mencapai 6,1%, namun angka itu dinilai masih lebih baik ketimbang negara-negara tetangga di Asia yang mencatat minus. Indonesia cukup diuntungkan dengan ketergantungan yang rendah pada ekspor.
Tingkat ekspansi ekonomi secara q to q menurut Helmi akan sedikit melunak dibandingkan kuartal II-2008, ketika terjadi bubble harga-harga komoditas dan perekonomian tumbuh sedemikian cepat.
"Secara sektoral, pertumbuhan manufaktur secara q to q diperkirakan sudah kembali ke teritori positif setelah sempat negatif pada kuartal IV-2008 dan kuartal I-2009. Namun pemulihannya masih tipis," jelasnya.
Hal senada disampaikan ekonom BII, Samuel Ringoringo yang memperkirakan pertumbuhan ekonomi kuartal II-2009 akan mencapai 3,90-4,10% atau berarti melemah dibandingkan kuartal I-2009.
"Jika hal itu terjadi, maka akan menjadi sentimen negatif di pasar. Namun dengan pandangan pertumbuhan 4% secara tahunan, maka pelaku pasar akan kembali lagi setelah sempat menarik diri," jelasnya. (qom/dnl)











































