Hal ini disampaikannya saat ditemui di kantornya, Jakarta, Selasa malam (18/8/2009),
"Angka (ekspor) terakhir, Jepang menyumbang pertumbuhan ekspor kita, apalagi setelah pemilu dan stimulus mereka, supaya semester kedua ekspor kita bisa lebih baik lagi," katanya sumringah.
Ia mengakui pada masa krisis global beberapa bulan lalu, pihaknya telah berupaya melakukan penjajakan pasar-pasar ekspor baru namun sayangnya sampai saat ini hasilnya belum kelihatan. Namun kata dia, tren dua bulan terakhir, sejalan dengan membaiknya ekonomi di Asia termasuk Jepang, China dan India telah menunjukan tanda-tanda yang menggembirakan.
"Memang negara-negara ini, masih mengalami pertumbuhan positif," katanya.
Berdasarkan beberapa prediksi banyak kalangan, negara-negara Asia dipastikan menjadi wilayah yang paling cepat keluar dari krisis, maklum beberapa negara utama seperti India, Indonesia, China masih menunjukan tanda-tanda pertumbuhan yang positif.
"Produk yang membaik ekspornya masih produk andalan kita, yaitu CPO, gas terutama ke China dari Tangguh, batubara, tekstil, dan garmen meningkat tidak besar tapi tidak anjlok," jelas Mari.
(hen/dnl)










































